Saturday, June 29, 2013

INSEMINASI & BAYI TABUNG

Assalamu'alaikum

Mungkin kali ini saya akan bercerita sedikit banyak tentang inseminasi & bayi tabung (mengingat ini jua merupakan pengalama yang pernah saya alami) ^^ Untuk mendapatkan keturunan bagi beberpaa perempuan tidak segampang seperti temen-temen lainnya yang beruntung yang langsung mendapatkan anak langsung setelah menikah :') Saya didampingi suami pernah melakukan proses inseminasi di Rs. Bunda Menteng Jakarta dengan Dr Indra  pada bulan November 2012 dan alhamdulillah berhasil di bulan Desember 2012. 

Hal ini menjadi pertimbangan kami untuk melakukan inseminasi karena, mumpung masih usia muda sih, nggak ada salahnya mencoba, karena menurut sepengetahuan saya kemungkinan keberhasilan di usia muda jauh lebih besar. Singkat cerita, Allah berkehendak lain, janin hanya bertahan 5 minggu setelah tanda (+) di test pack pada bulan Januari 2013. Beruntung, kami langsung meakukan konsultasi ke dokter kandungan di kota saya tinggal, yaitu Pekanbaru dengan Dr Suryo Bawono :) Kemudian berhasil hamil alami pada bulan Februari 2013 hingga sekarang yang inshaallah sudah jalan 18-19 minggu. Mohon doanyaaaa lancar sampai persalinan ^^ Amiiiin :)

Sekarang, saya ingin berbagi hal-hal yang (semoga) bisa memberikan motivasi untuk temen-temen yang (masih) berjuang. 

Ingat, Allah tidak pernah tidur :') selalu ada jalan bagi orang yang yakin dan berusaha.


Apa itu inseminasi?
Inseminasi adalah proses bantuan reproduksi dimana dokter kandungan menempatkan ejakulat suami yang telah diseleksi sebelumnya ke dalam rahim istri sekitar waktu ovulasi (subur/ sel telur siap dibuahi) dengan menyemprotkan sperma melalui kateter ke dalam vagina (intracervical insemination) atau rahim (intrauterine insemination). Dengan kata lain, Inseminasi buatan adalah peletakan sperma ke follicle ovarian (intrafollicular), uterus (intrauterine), cervix (intracervical), atau tube fallopian (intratubal) wanita dengan menggunakan cara buatan dan bukan dengan kopulasi alami (wikpedia)

Tujuannya siih sebenarnya adalah membantu sperma menuju letak indung telur sehingga terjadi pembuahan. Hampir sama kok dengan proses normal, hanya saja ini dibantu dengan kontrol hormon (obat hormon) dan bantuan alat (keteter).

Mungkin bagi yang sudah pernah papsmear sebelumnya, akan mengerti bahwa sebenarnya proses inseminasi  berlangsung singkat dan terasa seperti pemeriksaan papsmear. Dalam dua minggu, sudah bisa dicek dengan tes kehamilan apakah berhasil atau tidak. Bila gagal, prosesnya bisa diulang beberapa kali sampai berhasil. (Umumnya bila setelah 3-6 siklus tidak juga berhasil, dokter akan merekomendasikan metode bantuan reproduksi lainnya).

Ada beberapa jenis Inseminasi, apa saja?
  1. Intracervical Insemination (ICI)Intracervical insemination (ICI) merupakan jenis inseminasi buatan yang paling umum digunakan. Pada prosedur ini, sperma ditempatkan di leher rahim (serviks) pasien wanita. Dari leher rahim, sperma kemudian akan berenang melalui rahim menuju tuba falopi. Proses inseminasi buatan dilakukan sebelum wanita berovulasi. Spekulum digunakan untuk membuka vagina untuk mengekspos leher rahim. Kemudian, dengan bantuan kateter, dokter akan memasukkan sperma ke dalam vagina. Leher rahim kemudian ‘disumbat’ dengan spons agar sperma tidak tumpah atau bocor. Setelah sekitar 6 jam, spons bisa dilepas. Seluruh rangkaian prosedur hanya memakan waktu sekitar 5 sampai 10 menit.
  2. Intrauterine Insemination (IUI , Intrauterine insemination (IUI) merupakan jenis lain inseminasi buatan. Prosedur IUI mirip dengan ICI. Bedanya, pada IUI sperma dimasukkan dalam rahim dengan bantuan kateter. Prosedur ini membutuhkan waktu kurang dari 15 menit. Sperma ditempatkan di dalam rahim sebelum hari ovulasi. Sperma tersebut kemudian diharapkan berenang menuju tuba falopi untuk membuahi sel telur.
  3. 3. Intratubal Insemination (ITI) , Intratubal insemination (ITI) merupakan jenis prosedur yang kurang umum digunakan dibandingkan dengan ICI dan IUI. ITI termasuk proses invasif serta mahal. Dalam proses ini, sperma dari pasangan atau donor ditempatkan langsung di kedua tuba falopi. Metode ini dimaksudkan agar sperma tidak perlu berenang ke arah sel telur sehingga memperbesar peluang terjadinya pembuahan. Proses ini dapat dilakukan secara laparoskopi atau intraserviks. Dalam metode laparoskopi, sayatan kecil dibuat di perut untuk mecapai tuba falopi. Kateter kemudian dimasukkan ke dalam sayatan untuk menyalurkan sperma langsung ke dalam tuba falopi. Pada metode intraserviks, kateter didorong langsung menuju tuba falopi melalu vagina, leher rahim, dan rahim. Sperma kemudian disalurkan langsung ke tuba falopi melalui kateter.
  4. 4. Intravaginal Insemination (IVI) , Intravaginal insemination (IVI) termasuk prosedur yang jarang digunakan. Proses IVI mirip dengan hubungan seksual alami. Pada prosedur ini sperma ditempatkan dalam vagina dekat leher rahim. Proses ini dapat dilakukan di rumah sendiri. Pertama, pasangan mengumpulkan sperma dalam gelas steril. Menggunakan bantuan alat suntik, sperma kemudian dimasukkan ke dalam vagina sedekat mungkin ke serviks agar terjadi pembuahan
Lalu, apa bedanya dengan bayi tabung?
Program bayi tabung vitro vertilization (IVF) merupakan suatu cara untuk mendapatkan kehamilan pada pasangan infertilitas dengan cara mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh manusia. In vitro adalah bahasa latin yang berarti dalam gelas/tabung gelas (nah nyambung juga kan dengan kata tabung). Dan vertilization adalah bahasa Inggrisnya pembuahan. Setelah terjadi pembuahan, sejumlah 2-3 embrio akan ditanam kembali ke rahim si calon ibu. Berbeda dengan bayi tabung, proses pembuahan pada teknik inseminasi terjadi di dalam rahim. Biasanya teknik ini ditujukan untuk membantu problem infertilitas seperti jumlah sperma yang sedikit atau bentuk rahim yang susah dijangkau oleh sperma dalam perjalanannya menuju telur. 

Mengapa harus bayi tabung?
Sebenernya, bayi tabung tidak selalu harus jadi opsi terakhir. Namun, bayi tabung adalah pilihan apabila terdapat faktor gangguan pada suami dan istri. 

Bagaimana proses inseminasi?
  1. Biasanya pertama kali dokter kandungan akan menanyakan riwayat medis secara terinci. 
  2. Setelah itu bila perlu, akan disarankan untuk pemeriksaan fisik lengkap, termasuk (bila perlu) pemeriksaan HIV (human immunodeficiency virus) dan penyakit seksual yang lain. Selanjutanya, suami akan diminta untuk menyediakan spesimen untuk analisa sperma sedangkan istri akan melakukan pemeriksaan ginekologis dan beberapa pemeriksaan untuk menentukan waktu ovulasi. Beberapa melakukan tes ovulasi seperti kartu suhu badan basal (SBB), dan pada beberapa kasus pemeriksaan lendir servik mungkin diperlukan untuk menentukan waktu dari ovulasi. Kebetulan yang saya alami tidak memerlukan tes SBB dan semacamnya. cukup melakukan pemeriksaan histerosalphingogram (HSG) untuk menentukan adakah sumbatan saluran telur (tuba fallopi). Dalam hal ini biasanya dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui riwayat infeksi, kerusakan saluran telur atau endometriosis. Alhamdulillaah, semua normal.
  3. Sebelum inseminasi dilakukan, biasanya calon ibu akan dirangsang kesuburuannya dengan bantuan hormonal seperti minum obat hormonal. Obat yang diberikan pada saat itu adalah profertil, obat ini saya minum di hari kedua haid selama lima hari berturut-turut, diminum1 kali sehari. Hal ini dilakukan agar pada saat ovulasi indung telur menghasilkan beberapa telur yang matang (dalam keadaan normal, hanya satu telur yang dilepaskan per ovulasi).
  4. Karena rentang waktu hari 10-14 adalah perkiraan masa subur untuk wanita normal, dokter memberikan waktu kepada kami kira-kira 10 hari masa haid untuk kembali dan dicek ulang apakah ada telur yang matang. Kebetulan yang saya alami pada hari ke-10, telur yang dihasilkan belum matang, sehingga harus menambah suntikan hormonal gonal-f (di perut) selama dua kali berturut-turut. huhu, awalnya deg degan ya suntk di perut, tapi ternyata ga sesakit yang saya bayangkan kok. hihihi. 
  5. Selanjutnya akan dilakukan suntikan pemecah sel telur (folikel). Alhamdulillah, sel telur matang pada hari ke 12 dan pada malam harinya kami kembali ke rumah sakit untuk melakukan suntik pemecah telur. 
  6. Dan hari ke 13 dan 14 pagi hari adalah hari dimana proses inseminasi dilakukan. Inseminasi biasanya dilakukan sekali atau dua kali sebulan tergantung dari siklus menstruasi. Kasus yang saya alami proses inseminasinya dilakukan dua kali berurutan pada masa ovulasi. Sebenernya proses inseminasi berlangsung singkat dan terasa seperti pemeriksaan papsmear (bagi yang sudah menjalani papsmear sebelumnya). Jadi tidak perlu khawatir atau takut ;) 
  7. Pada hari-H, calon ayah diminta mengeluarkan sperma. Kemudian, sperma dicuci dan dipilih yang terbaik. Cairan yang berada di dalam sperma dibuang atau disisakan hanya sekitar 0,25 mililiter sebelum dimasukkan ke dalam rahim istri dengan bantuan kateter. Teknik inilah yang disebut IUI (Intrauterine Insemination). Sperma yang diinjeksi melalui kateter juga diproses terlebih dahulu agar terseleksi dan terkonsentrasi, sehingga kualitasnya baik dan jumlahnya cukup.
  8. Setelah proses inseminasi selesai dilakukan, saya dianjurkan tidur telentang selama sekitar 10–20 menit untuk memberi kesempatan sperma mencapai sel telur. Prosedur inseminasi cukup sederhana dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Biasanya pasien wanita dianjurkan berbaring berbaring di atas tempat tidur periksa dan dokter akan memasukkan speculum ke dalam vagina. jakulat yang telah dicuci di laboratorium akan dimasukkan ke dalam rongga uterus dengan menggunakan keteter. Pencucian sperma ini bertujuan menghilangkan bahan kimia dan bakteria yang dapat menyebabkan reaksi buruk ketika ditempatkan langsung dalam uterus, disamping itu juga berguna meningkatkan kemampuan sperma dalam membuahi sel telur.
  9. Dalam waktu kira-kira dua minggu (lebih kurang 14 hari), kita sudah bisa melihat hasilnya. Biasanya bila gagal, prosesnya bisa diulang beberapa kali sampai berhasil. (Umumnya bila setelah 3-6 siklus tidak juga berhasil, dokter akan merekomendasikan metode bantuan reproduksi lainnya). Alhamdulillah, dalam waktu yang ditentukan, saya berhasil hamil.
Apa yang harus saya lakukan setelah Inseminasi?
Tenang, istirahat dan banyak berdoa. Kalau saya pribadi memilih untuk bedrest ya. tapi ada juga yang berhasil tanpa bedrest karena tuntutan pekerjaan sehingga melakukan aktivitas seperti biasa. Cuma mungkin aktivitas berat dikurangi. Perbanyak istirahat dan tetap mengkonsumsi makanan (buah dan sayur) bergizi. Selain itu, sikap pasrah adalah hal utama. Toh, sudah melakukan yang terbaik. kalaupun belum berhasil, Akan ada jalan lain.  Inshaallaah, Allah punya hal baik untukmu :') tenang sajaa

Bagaimana dengan proses bayi tabung?
Dalam proses bayi tabung atau IVF, sel telur yang sudah matang diambil dari indung telur lalu dibuahi dengan sperma di dalam sebuah medium cairan. Setelah berhasil, embrio kecil yang terjadi dimasukkan ke dalam rahim dengan harapan dapat berkembang menjadi bayi. Secara umum proses bayi tabung terdiri dari 8 tahap:
  1. Pemeriksaan USG, hormon, saluran telur, dan sperma.
  2. Penyuntikan obat untuk membesarkan sel telur.
  3. Penyuntikan obat penekan hormon. 
  4. Pengambilan sel telur. 
  5. Pembuahan. 
  6. Pengembangan embrio.
  7. Penanaman embrio. 
  8. Menunggu hasil.
Berapa biaya untuk program inseminasi dan bayi tabung?
Inseminasi :
Sediakan budget maksimal Rp 10 juta untuk biaya dokter + obat-obatan. Beberapa ada yang menghabiskan hanya kurang lebih Rp 5 jutaan saja, jelas berbeda bila pasien lain yang hanya dengan obat-obatan sangat sulit otomatis akan ada penambahan obat dan suntikan yang harganya akan lebih mahal. Semua tergantung dari kondisi pasangan masing-masing.

Bayi Tabung ;
Sebaiknya kita harus menyediakan budget sekitar Rp 40 juta - Rp70 juta per siklus. Untuk segi biaya bayi tabung jauh lebih mahal dibandingkan dengan inseminasi. Tapi perlu diketahui, jumlah biaya antara pasangan yang satu dengan yang lainnya berbeda dari kondisi pasangan masing-masing. Dan beberapa rumah sakit menawarkan harga yang berbeda pula ;)


Mengapa harus melakukan prosedur ini?
Hampir kemungkinan besar dokter akan menyarankan cara alami dulu terutama untuk pasangan yang masih menikah seumur jagung. Ada beberapa faktor yang menjadi alasan penting kenapa pasangan disarankan melaksanakan prosedur ini. Indikasi utama untuk program ini adalah :
  1. Masalah sperma ringan (oligo/astheno/teratozoospermiaringan). Prosedur ini diindikasikan untuk pasangan dengan pria yang terbukti subur namun terdapat kondisi yang tidak mendukung seperti adanya ‘interaksi sperma dengan cairan serviks’, atau adanya masalah di serviks wanita sehingga menghalangi masuknya sperma dari vagina ke rahim, jumlah sperma sedikit (oligozoospermia), kualitas sperma buruk (asthenozoospermia) .
  2. Masalah kekentalan mulut rahim
  3. Masalah disfungsi seksual
  4. Masalah pasangan dengan jarak jauh
  5. Masalah kegagalan terapi penyubur berulang
  6. Suami memiliki jumlah sperma sedikit atau kurang gesit
  7. Unexplained Infertility
Jadi saran saya, sebaiknya segera berkunjung ke dokter kandungan terpercaya untuk mendapatkan bantuan medis lebih lanjut :)

Apa saja Faktor keberhasilan program ini? 
  1. Pria dengan jumlah dan kualitas sperma baik, namun tidak dapat membuahi pasangan karena masalah serviks, mempunyai angka keberhasilan lebih tinggi dibanding infertilitas yang disebabkan oleh faktor sperma pria yang buruk. 
  2. Angka keberhasilan inseminasi sangat bervariasi terutama tergantung usia wanita, bila wanita sudah berumur lebih dari 35 tahun, kemungkinan keberhasilan mencapai kehamilan akan menurun. Kemudahan memprediksi ovulasi juga masalah penting. 
  3. Siklus menstruasi yang semakin teratur akan mempunyai kemungkinan hamil yang lebih tinggi. Adanya endometriosis, atau riwayat infeksi panggul atau penyakit saluran telur akan menurunkan angka keberhasilan.
  4. Keberhasilan akan sangat tinggi bila sudah pernah terjadi kehamilan sebelumnya.   
Berapa % kemungkinan keberhasilannya?
Semua tergantung dengan usia pasangan. Karena semakin tua usia wanita, kualitas sel telur juga semakin menurun. Selain itu, faktor-faktor seperti kualitas sel sperma, endometriosis yang parah dan adanya kerusakan pada saluran tuba di rahim, juga amat memengaruhi keberhasilan inseminasi buatan. Kesempatan hamil dengan program ini rata-rata berkisar 5-25%, tapi tidak semua dokter menyarankan untuk program ini. Disamping mengingat faktor usia pernikahan yang tergolong masih muda < 5 tahun,  Keberhasilan program bayi tabung saat ini di Indonesia adalah sebesar 29,4%. 
Jangan khawatir, kemungkinan keberhasilan jua tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Di luar sana masih banyak dengan usia yang 'matang' masih bisa berhasil hanya dengan program inseminasi. tentu saja, dibalik itu semua jelas hanya Allah yang berekehendak, ingat, manusia hanya berusaha. Jangan menyerah yaa :)

Kapan bayi tabung harus dilakukan?
  1. Bila setelah 4 kali atau lebih melakukan inseminasi namun terjadi kegagalan untuk mencapai kehamilan, maka saya akan merekomendasikan untuk bayi tabung/IVF.
  2. Bila umur pasangan sudah mencapai lebih di atas 35 tahun, ada baiknya untuk mempertimbangkan prosedur ini.
  3. Bila umur pernikahan di atas 10 tahun.
Apakah ada pengaruh dengan tumbuh kembang anak setelah proses inseminasi dan bayi tabung?
Sejauh ini, tidak ada perbedaan sedikitpun dengan anak yang lahir dengan proses inseminasi dan bayi tabung dengan proses alami. Karena pada dasarnya prinsip kerjanya hampir sama dengan proses normal. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah pengaturan kualitas sprema suami dan faktor hormonal istri. Perbedaan tumbuh kembang anak berbeda dengan yang lainnya dikarenakan proses lingkungan dan pola asuh orang tua. Jadi jangan khawatir ya ibu-ibu ^^

Persiapan apa saja yang harus diperhatikan sebelum inseminasi?
Biasanya sebelum proses inseminasi dan bayi tabung, calon ibu kesuburannya dengan hormon dan obat-obatan lainnya. Pemberian rangsangan ini dimulai pada awal siklus menstruasi agar pada saat ovulasi indung telur menghasilkan beberapa telur yang matang (dalam keadaan normal, hanya satu telur yang dilepaskan per ovulasi). Pada proses inseminasi, sperma yang diinjeksi melalui kateter juga diproses terlebih dahulu agar terseleksi dan terkonsentrasi, sehingga kualitasnya baik dan jumlahnya cukup. Namun ada beberapa hal yang harus dipersiapkan demi keberhasilan program ini.
  1. Pastikan semua hormon normal. Sebelum melakukan inseminasi atau bayi tabung, pastikan semua hormon normal. Dalam kasus saya ini, saya divonis PCOS dengan indikasi haid yang gak teratur. Dokter menyarankan terlebih dahulu untuk mengubah pola hidup dan pola makan. Saya dianjurkan makan sayur dan buah, hindari gorengan dan jajanan di luar (walaupun itu susah banget) dan diet sehat dengan berolahraga teratur (waktu itu saya rutin berolahraga setiap hari selama 30 menit sehari) dan Alhamdulillah selama dua bulan saya lakukan, haid saya teratur seperti sedia kala, Yey! Dimana setelah menikah 2011, haid hanya datang sekitar 3 bulan atau harus 'dipancing' dengan obat agar datang bulan. PCOS adalah dimana telur dengan jumlah banyak dan kecil-kecil dan tidak matang. Beberapa yang berhasil setelah mengkonsumsi nutrient Salmon Omega 3 dari Amway, dikombinasi dengan madu royal jelly bisa berhasil hamil alami. Pada dasarnya salah satu penyebabnya PCOS disebabkan oleh kadar gula tinggi dalam darah (seperti diabetes). Inshaallah saya sharing ttg yang satu ini. Selain hormon yang berpengaruh dengan kematangan telur, harus dicek dulu apakah ada hormon lain yang tidak seimbang. contohnya adalah prolaktin yang tinggi. Saran : Jika diantara kalian berencana insem dan dokter tidak menganjurkan periksa hormon, ada baiknya kalian menanyakan hal ini. 
  2. Pastikan tidak ada sumbatan. Biasanya dokter menyarankan untuk HSG untuk memastikan tidak ada saluran tuba falopi yang tersumbat. Karena hal ini dapat berpengaruh pada jalur sperma. HSG sendiri adalah proses penyemprotan cairan rontgen ke dalam rahim dengan tujuan mengecek sumbatan. Setelah disemprot, rahim kita akan difoto seperti foto rontgen. Dan dari foto itu akan terlihat aliran cairan. Jika ada sumbatan, maka cairan akan keluar melalui vagina, karena tidak bisa melewati saluran tuba. Apabila da saluran yang tersumbat, ada beberapa alternatif pengobatan seperti Hydrotubasi, operasi LO, atau terapi diathermi (pemanasan dengan tujuan penyembuhan infeksi). Saran, sebaiknya segera konsultasi ke dokter yang terpercaya ^^ usahakan untuk mendapatkan second opinion dari dokter lain, karena biasanya setiap dokter berbeda dalam kasus penanganan. dari situ, kita bisa memutuskan jalan mana yang perlu ditempuh dengan memperhatikan beberapa faktor.
  3. Sperma berkualitas. Pastikan jumlah sperma berkualitas normal. Sebelum insem, lakukan pengecekan sperma suami. Jika belum bagus, perbaiki dulu hingga jumlahnya memadai. Klo dasarnya uda bagus, sebaiknya sebulan sebelum insem minta vitamin sama dokter untuk lebih meningkatkan lagi kualitasnya. Dari berbagai sumber, ada banyak cara mengembalikan kesuburan si sperma, Mulai dari rutin mengkonsumsi semangka, madu royal jelly, toge, kacang hijau dan lain-lain. Intinya, perbaiki pola makan dengan makanan yang bergizi deh.
  4. Antibodi normal. beberapa kasus yang saya baca, ada beberapa dokter yang menyatakan bahwa jika antibodi seorang wanita sangat tinggi, maka ada kecenderungan antibodi tsb "mematikan" sperma yang masuk ke dalam rahim. Klo pun terjadi pembuahan, maka antibodi akan menganggap embryo hasil pembuahan tadi sebagai "benda asing", sehingga dia akan "membersihkan" ini juga. Sebaliknya, ada juga beberapa dokter yang tidak percaya sama soal antibodi ini. 
Tips keberhasilan program ini apa saja ya?
Sebelum dan setelah proses inseminasi, perlu adanya persiapan yang amat sangat matang. mulai dari persiapan fisik hingga mental. Fisik bisa berupa materi atau kondisi tubuh. Dari pengalaman saya pribadi, saya melakukan beberapa hal yang saya perhatikan demi kelancaran program ini, antara lain :
  • Sebisa mungkin saya berfikir untuk rileks dan tenang. Ada baiknya tidak terlalu optimis, tapi tidak juga terlalu pesimis. Agak susah ya hihihi, tapi memang pikiran menjadi faktor utama loh. Melihat dari beberapa kasus temen yang belum berhasil, dimana beberapa yang berhasil  bangkit dan berdiri dan mendapatkan apa yang diinginkan adalah orang-orang yang bener-bener dalam posisi 'ikhlas' tertinggi. Tidak terlalu berharap banyak, hanya menyerahkan hasil akhir pada Allah. Intinya tetap tawakal dan positive thinking atas hasil akhirnya, apapun itu. Berbeda dengan beberapa temen lainnya yang pernah mencoba,  mereka terlalu bersamangat dan terlalu berharap lebih. Mungkin itulah yang menyebabkan stres dan beban pikiran yang tinggi. Susah? hm, awalnya sih. Tapi lama-lama nggaak kok, hanya belum bisa :)
  • Beberapa kasus yang saya temui, mereka menyarankan agar jangan suka berendem air panas/steam/sauna, karena bisa mematikan sperma. Suami dan saya pun akhirnya mencoba ini. tapi belum bisa dipastikan apakah ini juga faktor penentu keberhasilan. Tapi, kenapa enggak? 
  • Bagi yang suka memangku laptop di atas paha/deket2 selangkangan, sebaiknya dikurangin atau kalau bisa dihindari. Tidak ada penelitian yang pasti menjelaskan bahwa panas yang dihasilkan si laptop ini bisa merusak sperma. Tapi tidak ada salah nya di coba juga kan?
  • Hindari memakai pakai celana jeans dan pakaian yang teralu ketat. Saya juga belum bisa memberikan penjelasan apa-apa ttg ini, tapi mungkin tidak ada salahnya dicoba yaa, demi kesehatan.
  • Kurangi, bahkan hentikan kebiasaan merokok. ini bener2 mempengaruhi jumlah dan kualitas sperma. 
  • Jangan minum minuman beralkohol
  • Pola makan dan hidup sehat (perbanyak sayur dan buah) serta diniatkan berolahraga secara rutin dan teratur. Ini saya alami sendiri, ternyata pola makan hidup sehat (dengan tidak makan gorengan, mie instan, bakso, junk food, fast food, atau cemilan lainnya saya hindari) berpengaruh dengan masalah hormona. Pokoknya bener-bener hidup sehat deh. Kebetulan waktu itu saya divonis PCOS, dokter menyarankan saya untuk diet. Akhirnya dengan rutin makan makanan berigizi, konsumsi mix juice, banyak minum air putih dan olahraga rutin, Alhamdulillah, haid saya akhirnya teratur seperti sedia kala. ^^
  • Istirahat cukup dan hindari stress. Salah satu kegagalan pada saat inseminasi adalah kurangnya istirahat dan juga stress (seperti point di atas kan yaa). Untuk lebih meningkatkan keberhasilan, setelah proses insem langsung istirahat kalau perlu bed rest (walaupun kasus ini tidak berlaku bagi semua perempuan, karena ada juga yang berhasil dengan aktivitas normal). Tapi itulah yang saya lakukan setelah proses inseminasi. Karena saya cuma bekerja di rumah, saya mencoba istirahat full time di kasur selama 2 minggu hingga keluar hasilnya. Mungkin bagi yang bekerja, persiapkan cuti khusus untuk program ini ^^ dan kalau perlu kurangi aktivitas yang membuat capek.
  • Perbanyak doa. Jangan lupa untuk perbanyak sedekah, mengaji, puasa sunnah dan shalat sunnah bagi yang muslim, kalau perlu dateng ke acara keagamaan deh seperti pengajian. Selain meningkatkan imu keikhlasan dan dapetin pahala, kit ajuga berkenalan dengan orang-orang positif yang pastinya akan memberikan dukungan moral yang positif :)
Menurut saya, kalau salah satu syarat tidak dipenuhi, lebih baik ditunda sampai semuanya benar-benar mantap. Hal yang paling penting adalah kesiapan mental si ibu, kadang pasti ada perasaan tidak terima dan timbul pertanyaan. Mengapa begini? mengapa begitu? Padahal bisa saja setelah kita teliti dan runtut permalsahannya, salah satu faktor di atas adalah penyebabnya.

Dokter rekomendasi yang bagus?
Sebenernya ada banyak banget dokter bagus di Indonesia. Tapi beberapa nama dokter di bawah (sejauh ini) adalah nama-nama yang berhasil melakukan program inseminasi. Nama ni saya ambil dari beberapa blog yang saya baca, rekomendasi teman dan pengalaman pribadi ^^ Saya rangkum tujuannya supaya temen-temen mudah membaca dan mencari perbandingan sendiri ^^
Rumah sakit yang menyediakan layanan inseminasi dan bayi tabung?
Kamu tidak sendiri, baca ini :

Hey, kamu tidak sendirian! masih banyak perempuan di sana yang sedang berjuang :') Intinya jalani hidup dengan penuh manfaat dan sukacita. Lakukan hal yang baik. Tetaplah positive thinking. :') Bukan berarti sekarang kamu belum dikaruniakan anak, tandanya kamu adalah perempuan terburuk di dunia. Tapi kamu adalah (calon) perempuan hebat yang sedang dipersiapkan Allah untuk mendidik anak-anakmu menjadi penerang kehidupan di dunia :)

Para (calon) ibu yang berbahagia,  ini adalah beberapa tulisan yang mungkin menjadi inspirasi buat mother fighter yang (sampai sekarang) sedang berjuang untuk mendapatkan si buah hati. Mungkn temen-temen ada link motivasi lain yang bisa dibagi untuk calon ibu lainnya, boleh share ^^:




































1 comment:

  1. Eh ada namaku disini
    Udh lahiran?
    Share dòng di fb ku

    @drsuryo

    ReplyDelete